Ulat kecil yang sabar dan Belalang sombong

Ulat kecil yang sabar dan Belalang sombong

( oleh Adimi Yusfatihah )

Di dalam hutan ada seekor  Ulat kecil yang tinggal di atas pohon sendirian, Ulat kecil ini senang sekali  memakan daun- daun yang ada di pohon tersebut. Sampai suatu hari ada seekor Belalang sombong lompat mengahampiri si Ulat kecil ini.

“Hai Ulat kecil!” Sapa si Belalang sombong.

“Hai Belalang !” Ulat kecil membalas dengan senyuman.

“Ulat, kau tau bahwa daun yang ada dipohon ini sebentar lagi akan habis. Jika kamu tidak pindah dari pohon ini kamu akan mati kelaparan”  kata Belalang sombong.

“Iya Belalang, tapi aku tidak bisa berpindah dengan cepat, jalan ku sangat lambat. Bagaimana kalau kamu menolongku? Kamu menggendongku dan melompat ke pohon yang ada disebrang.” Kata si Ulat kecil.

“Tidak ! kamu berat, siapa suruh kamu tidak bisa bergerak dengan cepat seperti aku” kata belalang sombong sambil melompat dari dahan satu ke dahan lainnya.

“Maka dari itu, aku butuh bantuan mu Belalang. Agar aku bisa mudah berpindah tempat tanpa diburu hewan lain” kata Ulat kecil dengan wajah yang sedih.

“Itu sudah menjadi masalah mu Ulat kecil! Aku tidak mau membantu mu, dadah selamat berjuang!”  kata si belalang dengan sombong dan melompat pergi.

 

Belalang yang sombong itu pergi meninggalkan si Ulat kecil sendirian. Mendengar  ejekan dari Belalang, Ulat kecil menerima dengan sabar, ia tidak marah kepada belalang dan terus mengghabiskan hari-harinya dipohon tanpa mengeluh kalau daun yang ada dipohon sebentar lagi akan habis. Keesokan harinya Belalang kembali mendatangi Ulat kecil, ia melompat-lompat dengan sombong  mendekati si Ulat kecil.

“Hei Ulat kecil, kamu masih saja disini. Kamu tidak mau pergi mencari makanan yang banyak?” Kata Belalang Sombong sambi melompat-lompat.

“Aku akan tetap disini Belalang.” Kata Ulat kecil

“Ah ! kalau kamu disini kamu akan mati kelaparan Ulat kecil!.” kata Belalang sombong menghentikan lompatannya

“Aku fikir makanan ini sudah cukup untuk ku.” Kata Ulat kecil.

“kalau makanan ini habis kamu bagaimana? Lalu apa kamu tidak merasa kesepian sendirian disini?.” kata belalang

“Lalu maukah kamu menolongku berpindah kepohon lain nya?.” kata Ulat kecil.

“Kamu harus berusaha sendiri Ulat kecil. Aku tidak bisa membantu mu, sudah aku pergi dulu ya dadah!.”  Kata Belalang sambil melompat pergi meninggalkan Ulat kecil.

Belalang sombong pun meninggalkan si Ulat kecil dengan  hati senang  sambil melompat- lompat dari pohon satu ke pohon lainnya, sementara Ulat kecil dengan sabar menetap dipohon dan terus memakan daun yang  ada disana tanpa memikirkan kata kata si Belalang yang sombong.

Setiap hari, Belalang  sombong terus- menerus datang menemui Ulat kecil untuk mengejek si Ulat kecil dan menyombongkan dirinya. Tetapi Ulat kecil terus menjalankan hari-harinya  seperti biasa dengan memakan daun-daun yang ada dipohon dan tidak memikirkan kata-kata Belalang yang sombong .

Suatu hari saat Belalang  sombong  datang lagi untuk menemui si Ulat kecil ia bingung karena Ulat kecil tidak ada di tempatnya , yang ada hanyalah gumpalan berwarnah coklat yang bergelantungan diatas dahan pohon. Belalang  sombong pun mencari- cari Ulat kecil, ia melompat –lompat dan memanggil  si Ulat kecil, tetapi tidak ada jawaban darinya.

Sudah berhari-hari Belalang sombong mencari Ulat kecil tetapi ia tidak dapat menemukan nya, yang ada hanyalah gumpahan aneh yang terus menerus ada ditempat Ulat kecil, tetapi kali ini Belalang merasa aneh karena gumpalan tersebut sudah terbuka dengan lebar seperti ada yang merusaknya. Beberapa saat setelah lama mencari Ulat kecil, Belalang mendengar suara Ulat kecil memanggil manggil namanya.

“Belalang!” suara Ulat kecil.

“Ulat kecil? Itu kamu? Kamu dimana ?” tanya Belalang sambil menengok kearah kanan dan kiri .

“Aku ada diatas sini Belalang.” Kata Ulat kecil.

Belalang pun mengegakan kepalanya keatas dan melihat seekor Kupu-Kupu yang cantik dengan sayap berwarna biru muda.

“Siapa kamu?”tanya Belalang sombong dengan kebingungan.

“Aku si Ulat kecil belalang.” Kata Ulat kecil.

“Bagaimana bisa?” tanya Belalang sombong.

“Saat aku masih menjadi Ulat, aku akan makan banyak  daun dan berubah menjadi kepompong seperti itu.” kata Ulat kecil menunjuk gumpalan warna coklat. “lalu berhari – hari setelah kepompong sempurna aku akan keluar menjadi Kupu-Kupu seperti ini” lanjut Ulat kecil menjelaskan.

“Tidak mungkin! Bagaimana Ulat kecil yang lemah dan jelek bisa menjadi Kupu-Kupu cantik seperti mu!” kata Belalang sombong dengan kesal.

“Tentu saja bisa.” Kata Ulat kecil dengan tersenyum. “Baiklah aku akan pergi, aku akan mencari makanan dan teman teman ku. Dadah belalang.” Lanjut Ulat keci.

Ulat kecil yang sudah menjadi Kupu- kupu yang cantik pergi meninggalkan si Belalang sombong. Belalang yang masih tidak percaya hanya terdiam melihat Ulat kecil terbang jauh dan tidak menyadari ada kodok  dibelakang Belalang yang perlahan mendekatinya, lalu saat Belalang berbalik kebelakang kodok tersebut memakan si Belalang sombong.

Akhirnya pun Karena kesabaran si Ulat kecil, ia mendapatkan kebahagiaan menjadi kupu-kupu yang cantik dan bisa terbang kemanapun ia mau sementara sebaliknya karena kesombongan Belalang,  ia berakhir buruk dengan dimakan sang kodok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#BanjirJabodetabek Mari kita Ulurkan Tangan Untuk Saudara KitaKLIK DONASI