Pak yusro 42 binggung

Masa Depan Yang Suram

Pak Yusro (42 tahun), berkali-kali menghela napas panjang saat diwawancara tim GePPuK. Didampingi istrinya, Tarsini (37 tahun), ia menuturkan pengalaman pahitnya saat tsunami menyerang desanya, Desa Teluk di Labuan.
“Saya bersama keluarga sedang menonton televisi saat tsunami datang. Kejadiannya begitu cepat, sehingga saya kelabakan melihat air sudah masuk rumah. Saya langsung menggandeng istri dan kedua anak saya menyingkir ke tempat yang aman. Rumah kami dalam sekejap tinggal atapnya yang terlihat, terendam bersama puluhan rumah lainnya”. Matanya menerawang dan tampak kosong.
Pak Yusro sekeluarga mengungsi ke kantor Kecamatan Labuan malam itu. Dan selama beberapa hari berikutnya sempat berpindah mengungsi ke lokasi lainnya, sebelum akhirnya terdampar di Posko GePPuK Karabohong.
Pak Yusro memiliki 2 anak perempuan. Asri, 15 tahun, kelas 9 SMP, dan Arum kelas 3 SD.

“Saya bersyukur berada di sini (baca : Posko GePPuK), karena disini tak cuma ditampung, tapi didampingi secara penuh. Anak-anak saya jadi terbiasa sholat lima waktu, bahkan ikut jadi Anak Pejuang Subuh.”

Sewaktu ditanyakan apa harapan dan keinginannya, dengan cepat ia menjawab, “Anak-anak saya harus tetap bersekolah. Cuma saya bingung, caranya gimana ? Semua perlengkapan sekolah terbawa tsunami. Baju seragam, buku, sepatu, hingga rapor, semuanya sudah tak ada…”.
“Saya juga masih harus mengungsi seperti ini sampai nanti rumah saya bisa kembali ditempati. Saat ini rumah hancur total, tinggal kerangka saja. Semoga saja ada rezeki untuk perbaikan rumah saya..”.
…..
Labuan, 1 Januari 2019.

Tim GePPuK

Rekening GePPuk

BCA KCU MargondaNomer Rekening 869-153-5738A/n Dhita Windi Wardani

Leave a Comment